Abrakadabra Sarapan Sehat

Abrakadabra Sarapan Sehat

Abrakadabra Sarapan Sehat

Sarapan pagi apa ya untuk besok? Pertanyaan itu selalu saya lemparkan pada keempat anak-anak saya yang berusia 15 tahun, 11 tahun, 8 tahun dan 4 tahun. Lalu muncullah berbagai permintaan ini dan itu. Respon saya tersenyum, iya hanya tersenyum. Kalau permintaan, jika bahannya tersedia pasti saya buatkan dan wajib dihabiskan. Itu syarat mutlaknya, jawab saya setelah tersenyum menanggapi permintaan mereka.

Dan sudah pasti, pagi hari adalah waktu yang begitu sibuk untuk mama seperti saya, yang mengelola rumah sendiri tanpa dibantu asisten rumah tangga. Pagi hari sibuk mempersiapkan sarapan pagi dan bekal untuk anak-anak yang semua bersekolah sehari penuh. Apakah pembaca juga merasakan hal yang sama dengan saya?

” Aduh, bosen mama, menu makanannya kok ini lagi ini lagi?”

” Iya, kemarin aku ingin makan ini, tapi sekarang rasanya bosen deh.

Nah, hal diatas membuat mama merasa kecewa ya, sudah lelah-lelah memasak, kok tidak disantap.

Mama rasanya harus mengeluarkan jurus abrakadabra, suatu jurus yang bikin anak-anak dan suami bersemangat untuk makan.

Berikut ini gambaran menu sarapan kesukaan anak – anak di rumah :

Senin  : Dimsum, air hangat madu

Selasa : Roti bakar keju coklat, susu UHT

Rabu : Nasi goreng kornet, air madu hangat

Kamis : Burger sapi dan air jeruk hangat

Jumat :  Nasi uduk dan kawan-kawan, air madu hangat.

Menu makan siang

Senin : Nasi, telur balado, sayur daun singkong, tahu goreng

Selasa : Nasi, udang goreng tepung, sayur sop

Rabu : Nasi, tumis brokoli daging, ayam geprek

Kamis : Nasi, semur telur puyuh, tempe tahu tepung

Jumat : Nasi, Rendang sapi, salad sayuran lengkap dengan mayoneis dan saus tomat.

Jika sudah saya siapkan menu untuk satu minggu, saya tidak lagi merasa pusing dalam menyiapkan makanan, baik untuk sarapan maupun bekal makan siang mereka.

Menu akan saya perbaharui setiap minggunya, agar lebih bervariasi.

Untuk menyiapkan bahan-bahan yang akan dipakai memasak pada pagi hari, agar lebih cepat saya menyiapkannya pada malam sebelumnya. Untuk masakan yang diolah dengan cara ditumis, lebih mudah saya persiapkan sayuran yang sudah dipotong pada malam sebelumnya. Kalau untuk rendang, tentu saja sudah saya masak sebelumnya.

Walau sedikit repot mempersiapkan menu sarapan sendiri, namun kita akan merasa lebih tenang karena masakan yang dibuat sendiri lebih terjaga kebersihannya. Selain itu lebih alami karena terjaga dari bahan penyedap.

Sarapan pagi tentu saja bermanfaat bagi anak-anak, agar mereka dapat fokus dan tenang dalam melaksanakan kegiatan belajar. Selain itu sarapan pagi juga dapat mencegah obesitas. Dengan sarapan pagi, perut akan terasa kenyang dan tidak terpancing untuk menyantap kudapan yang gizinya kurang baik namun tinggi gula dan karbohidrat.

Tangerang Selatan, 04 September 2019

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *