Baby Blues

Baby Blues

Baby blues.
Baby blues adalah peristiwa yang bisa dialami oleh wanita yang baru saja melahirkan, akibat dari perubahan hormon tubuhnya. Pemicu terjadinya baby blues pun meliputi banyak faktor. Biasanya karena terjadi peristiwa yang dianggap kurang nyaman oleh bunda. Baby blues biasanya akan hilang dengan sendirinya, namun ada juga yang berkepanjangan sehingga memerlukan penanganan khusus dari para ahli di bidangnya.
Untuk para ayah, berhati-hatilah jangan sampai pasangan kita mengeluarkan pernyataan demikian :
” Haduh, lihat istrinya kerepotan kok ya tidak tergerak hati untuk membantu ya.”
” Aku capek, bosan mengurus bayi, sungguh melelahkan.”
” Rewelnya bayi ini, ya ampuun, aku bosan mendengar tangisan bayi!”
” Bagaimana ini, ASIku kok belum keluar juga ya?”
Keempat contoh pernyataan diatas harus segera kita perhatikan, jangan diabaikan saja. Dukunglah pasangan semampu ayah. Walau ayah juga sudah cukup leleh karena telah mencari nafkah sepanjang hari, bantuan sederhana seperti menjaga bayi kala mama hendak mandi, cukup menenangkan hati bunda.
Panggilkan asisten rumah tangga untuk membantu pasangan mengerjakan pekerjaan rumah seperti membersihkan rumah, mencuci pakaian, menyeterika dan memasak. Mintalah tolong pada asisten rumah tangga agar mengutamakan memasak agar kebutuhan bunda akan makan yang teratur dan berbahan pangan sehat akan bermanfaat bagi kesehatan bunda dan keluarga. Semua dilakukan agar bunda dapat lebih rileks dan santai pasca melahirkan.
Hal lain yang dapat dilakukan ayah untuk membantu bunda misalnya dengan bergantian mengganti popok bayi di malam hari. Mama juga memerlukan istirahat yang cukup agar produksi ASInya cukup.
Jika bunda bosan mendengar suara tangisan bayi, nasehatilah agar tetap terus bersabar. Bayi hanya dapat berkomunikasi melalui tangisnya saja. Sebagai ayah dan bundanya, berusahalah untuk memberikan kenyamanan pada buah hati. Mencoba mengendong, melantunkan doa, bersenandung, atau mengajak bicara bayi, tentu diperkenankan. Cobalah bergantian melakukannya hingga bayi merasa tenang kembali.
Bagaimana menghindari dan menangani baby blues.
Kondisi yang tidak nyaman tersebut jika dibiarkan begitu saja tanpa penanganan, akan membuat bunda semakin tertekan. Lantas bagaimanakah cara untuk menangani hal tersebut?
1. Mempersiapkan diri baik secara lahir maupun batin atas perubahan dan hari -hari baru kala menjadi seorang bunda dan ayah. Hal ini sangat penting, karena kesiapan lahir maupun batin akan mempengaruhi hormon esterogen maupun progesteron yang akan mengatur kondisi emosi.Jika emosi yang ditimbulkan adalah hawa positif, bunda akan merasa nyaman dan tenang. Bunda akan bisa menerima situasi dan kondisi barunya. Demikian juga dengan kondisi sebaliknya.
2. Tanamkan dalam pikiran bunda, bahwa semuanya akan baik-baik saja. Pengalaman baru atas hadirnya anggota keluarga yang baru akan membawa perubahan suasana dan kebiasaan yang baru juga. Teruslah belajar dan mencari pengalaman baru dengan bahagia.
3. Mencari tahu informasi dari sumber yang terpercaya perihal informasi tentang masa kehamilan, menyusui serta perawatan ibu dan bayi pasca melahirkan.Informasi ini dapat diperoleh dari komunitas online yang membahas tentang kesehatan ibu anak, maupun sahabat sesama bunda.
4. Saling mendukung antara pasangan dan keluarga terdekat agar menciptakan suasana yang kondusif dan menenangkan. Hal ini mencakup berbagi beban pekerjaan dalam mengurus bayi.
5. Memperhatikan pola makan yang sehat serta beristirahat yang cukup.

Dengan mengetahui beberapa hal yang dapat mengurangi kemungkinan terjadinya baby blues, kita dapat mencegahnya melalui beberapa hal diatas. Seorang ibu memerlukan dukungan yang luar biasa  dari lingkungan terdekatnya.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *