Minum Susu Seperti di Televisi

Minum Susu Seperti di Televisi

Minum Susu Seperti di Televisi

Susu adalah minuman sehat bagi anak-anak, sebagai pelengkap sajian Empat Sehat Lima Sempurna. Kebetulan, suami dan empat anak saya semua pecinta susu. Suami, kedua anak saya yang berusia lima belas tahun dan sepuluh tahun, senang meminum susu UHT. Sedangkan anak ketiga dan keempat saya, suka sekali dengan susu bubuk kemasan.

Anak ke empat saya yang berusia 4 tahun, Hariz, suka sekali minum susu. Sehari bisa meminum empat gelas lebih. Apalagi setelah melihat iklan susu di televisi, pasti saat bersama saya di supermarket, langsung menagih : beli susu yang seperti di televisi.😁

Kemasan susu yang diiklankan berwarna unik, menarik serta iklan di televisi cukup gencar, membuat saya sedikit ketar-ketir. Karena sudah pasti susu bermerek Fr**o, Be****c dan Z** jadi incarannya saat belanja bulanan nanti.

Minggu lalu saat berbelanja, adik Hariz bilang mau beli susu. F***o yang ditunjuk. Saya geleng-geleng kepala, pertanda tidak setuju dan berat hati melepas empat lembar uang merah demi sekaleng susu bubuk.
” Itu susu buat usia adik bayi,” jawab saya. Akhirnya Hariz memilih susu Z** yang dalam kemasannya ada logo hadiahnya. Kebetulan sedang promo pula, membuat saya sedikit tersenyum lega.

Setibanya di rumah, saya perlahan menasehati Hariz, agar minum susunya dikurangi, karena Hariz sudah mengonsumsi makanan 4 sehatnya. Susu cukup dua gelas saja per hari. Awalnya ia menolak minum susu hanya dua kali sehari. Akhirnya saya bolehkan minum empat kali sehari dengan ukuran gelas yang lebih kecil.Jadi intinya sih sama saja, minum dua gelas.😊

Mengapa saya batasi asupan minum susunya?

Karena usia Hariz sudah empat tahun lebih dan kakak sudah berusia tujuh tahun lebih. Kebutuhan akan vitamin dan mineral penting bagi tubuh, sudah diperoleh dari konsumsi nasi, sayur, lauk, dan buah. Jadi menurut saya, susu hanya pelengkap saja.

Pada saat sedang menemani bermain, saya mencoba menjelaskan pada Hariz dan kak Iza tentang susu dan manfaatnya. Saya ceritakan pada mereka, banyak pilihan minuman lain untuk mereka selain susu bubuk kemasan kaleng ataupun kotak . Ada yogurt yang segar, puding susu yang kenyal, dan susu UHT aneka rasa. Mengonsumsinya setelah memakan makanan utama.

Akhirnya mereka paham dan perlahan mulai mengurangi minum susu bubuknya. Pola makan untuk menu makanan utamanya mulai masuk lebih banyak karena tidak lagi kenyang karena susu.

Alhamdulillah, mereka perlahan sudah mulai paham. Saya tersenyum karena sudah mulai bisa sedikit berhemat, dari anggaran belanja susu bubuk.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *