Mama Resign? So What to Do ?

Mama Resign? So What to Do ?

Mama di rumah dan BISA tetap berpenghasilan
Apa benar kalimat diatas? Tentu saja benar adanya jika kita mengetahui cara serta triknya.
Keputusan mengajukan mundur dari perusahaan tempat mama bekerja, biasanya memiliki banyak sebab dan alasan. Diantaranya adalah permasalahan dalam hal pengasuhan anak, masalah asisten rumah tangga yang dianggap kurang cakap, prioritas pekerjaan kantor dengan kondisi anak yang sedang sakit dan masih banyak lagi masalah klasik yang umumnya dihadapi oleh seorang mama bekerja.
Saat menemui beberapa permasalahan diatas, terkadang membuat mama sakit kepala, bingung dalam menentukan prioritas, merasa kecewa pada keadaan, gangguan emosi yang tidak stabil dan masih banyak lagi
Rasanya ingin sekali menangis jika harus bersamaan menghadapi anak yang sedang sakit, sementara itu tanggung jawab pekerjaan kantor, harus tetap ditunaikan. Disanalah mulai akan datang keinginan untuk memilih : tetap bekerja ataukah melepaskan pekerjaan.
Saat mama memilih melepaskan pekerjaan tetap yang mungkin telah lama digeluti, mapan dan terasa nyaman, maka mama dihadapkan pada suatu kenyataan beberapa hal dibawah :
1. Berangkat pagi pulang sore atau bahkan malam, tidak lagi.
2. Masuknya penghasilan secara rutin setiap bulan, tidak lagi.
3. Penggantian biaya berobat keluarga, tidak lagi
4. Penerimaan tunjangan dan tunjangan hari raya, tidak lagi
5. Dan lain sebagainya.
Melepaskan diri dari zona nyaman bagi sebagian orang adalah suatu hal yang amat sangat berani. Terlebih dengan segala konsekwensinya.
Bagi mama yang baru saja melepaskan diri dari zona nyaman dikhawatirkan akan terbentur pada hal-hal yang mungkin akan membuat mama “kaget”.
Setelah Resign hendak melakukan apa?
Banyak hal yang dapat dilakukan mama, jika ingin tetap dapat beraktifitas rutin seperti biasa. Diantaranya adalah mencari potensi diri yang selama ini belum mama ketahui dan perhatikan. Semua potensi diri, pengembangan diri serta penyaluran akan potensi tersebut, tanpa disadari akan dapat menjadi sesuatu yang menghasilkan.Asalkan bersabar, tekun serta pantang menyerah saat menjalaninya. Kegiatan mama yang suka berbelanja online dapat juga menghasilkan sesuatu. Selama ini mungkin mama berstatus sebagai pembeli, kali ini tempatkan diri sebagai penjual. Untuk mama yang suka berbelanja barang branded, mama dapat membuka usaha jasa titip. Untuk mama yang suka menulis, mama dapat bergabung pada suatu komunitas menulis. Bagi mama yang senang berbagi ilmu, dapat menjadi seorang pengajar privat.Diatas adalah beberapa contoh aktifitas baru mama setelah memutuskan untuk berkarya dari rumah, namun tetap mendapatkan penghasilan.
Berkomitmen untuk maju dan pantang menyerah
Sebagai mama yang super strong, kemauan untuk selalu berusaha haruslah tetap berkobar. Dalam kondisi tersebut sesungguhnya mama dapat lebih fleksibel mengatur jam kerja sendiri. Anak-anak tetap dapat dipantau dan ditemani oleh mama setiap waktu. Saat itu juga mungkin mama akan merasakan hal yang sangat menyenangkan karena mama tetap dapat berpenghasilan juga. Disiplin dan bijaksana dalam membagi waktu antara keluarga dengan aktifitas baru, akan menghasilkan ketenangan dan keselarasan.
Setelah menemukan “passion” baru, langkah selanjut bagi mama adalah mengembangkan potensi diri serta menyalurkannya, agar dapat terukur kemajuan serta perkembangannya. Sekali lagi, sikap pantang menyerah sangatlah diutamakan dalam fase ini. Memulai sesuatu yang baru tentu akan mengalami kendala maupun permasalahan. Dan mama harus bersiap dan menyadari akan hal tersebut, agar kelak jika dalam perjalanan dalam berusaha, menemui kegagalan atau hal lain yang tidak sesuai dengan harapan.
Sesungguhnya tolak ukur dari keberhasilan sebuah perjuangan bukan saja pada hal pencapaian terbaiknya. Berproses dan manghadapi masalah dengan dingin dan bijaksana serta bisa survive dari masalah itu sendiri, adalah yang terutama.
Bukankah proses tak akan menghianati hasil? Dengan semangat pantang menyerah, disiplin, semangat untuk bisa terus memperkaya ilmu serta pengetahuan, adalah modal terutama bagi seorang mama yang bekerja dari rumah.
Dalam berproses, mungkin beberapa gelintir orang akan berpendapat bahwa seorang ibu rumah tangga itu tidak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan mama yang bekerja di kantoran. Tak usahlah mama berkecil hati jika dianggap demikian. Dengan keadaan seperti itu justru mamalah yang beruntung, karena walau berkarya dari rumah serta mengurus keluarga dengan baik dirumah, dapat kita lakukan keduanya.
Berbeda dengan mama yang bekerja di luar rumah, mereka merasakan kesedihan karena kehilangan waktu berharga untuk bersama anak-anak. Tanpa disadari mama terkadang merasa kehilangan masa-masa keemasan pertumbuhan anak-anak. Saya sendiripun mengalami 13 tahun meninggalkan anak untuk berkarya di luar rumah, pernah menangis saat harus memilih mwngejar dedline pekerjaan kantor dan menemani anak yang sedang sakit. Pengalaman ditinggal bekerja dialami oleh anak pertama dan kedua saya. Saat lahir anak ketiga, saya sudah memutuskan untuk berkarya dari rumah. Saya menjalankan usaha event organizer ulang tahun anak dan menekuni bidang kepenulisan. Semuanya berjalan beriringan dan Alhamdulillah saya lebih merasa tenang.
Tips saat mengisi hari -hari pasca resign terdahulu adalah saya tetap membuat jadwal tertulis. Jam berapa saya harus berjibaku dengan kegiatan domestik, jam berapa saya harus menulis, jam berapa harus mengontak klien,jam berapa harus membalas pertanyaan maupun chat di sosial media, dan lain sebagainya.
Dengan demikian, walau mama bekerja dari rumah, rutinitas tetap terarah.
Salam sayang selalu untuk semua mama yang tengah membaca buku ini.
Dan salam semangat selalu untuk mama yang masih memilih bekerja di luar rumah.
Sekali lagi, pilihan itu ada ditangan kita, dan bahagia itu adalah hak kita.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *