Thank You Papa

Thank You Papa

Assalamualaikum wr.wb.

Semalam saya menengok dua sahabat yang baru saja melahirkan. Bayi kedua teman saya tersebut bayi perempuan yang begitu cantik dan menggemaskan. Kalau melihat bayi, rasanya sih ingin memiliki bayi lagi. Hahaha.

Pada kesempatan siang ini saya hendak berbagi cerita tentang kesigapan papa saat membantu dengan cekatan untuk memandikan bayi baru lahir.

Setelah selesai menjalani proses kelahiran anak pertama secara normal di rumah sakit, kami kembali pulang ke rumah. Aktifitas rutin baru papa adalah membantu memandikan bayi. Terus terang, untuk memandikan bayi, saya masih belum berani. Berbeda dengan papa, belajar memandikan bayi dari video youtube saja, kemudian langsung mempraktikkannya. Sepertinya proses belajar memandikan bayi yang dipelajarinya berhasil. Saya sangat bangga sekali pada beliau.

Kami di rumah tinggal bertiga. Setelah melahirkan normal, pada hari keempat dan kelima, suami saya pamit izin selama dua hari dari tempatnya bekerja. Maklum, kami berdua saja dalam mengurusi semua. Saya cuti melahirkan selama tiga bulan.

Semenjak punya bayi, saya mulai mengatur  jadwal pekerjaan. Saat suami sedang memandikan bayi, saya membuat masakan untuk sarapan. Setelah mandi pagi, biasanya bayi minum ASI lalu tertidur. Saat itu saya langsung memasukkan semua cucian pada mesin cuci dan mengumpulkan pakaian bayi yang hendak dicuci.

Memompa ASI juga menjadi aktifitas baru kala itu. Saya harus mengeluarkan ASI yang mengalir begitu banyak lalu memyimpannya dalam lemari pendingin. Saya ingin lulus ASI ekslusif selama 6 bulan.

Pompa ASI yang kita beli kala itu bermerek Avent. Harganya cukup lumayan kala itu. Untuk satu buah alat pompa ASI dibandrol seharga Rp.750.000.  Papa membelinya di ITC beberapa bulan sebelum saya melahirkan, lengkap dengan botol penyimpanannta. Papa sangat mendukung rencana saya untuk dapat memberikan ASI ekslusif selama 6 bulan.

Oh ya, saat itu orang-orang yang tinggal di sekitar rumahku belum teredukasi dengan ASI perah. Malah ada yang sempat berkomentar padaku, kalau ASI yang kusimpan akan rusak dan basi. Tidak baik bagi kesehatan. Padahal dengan menyimpan ASI dengan cara yang benar, ASI dapat disimpan dan bertahan untuk waktu yang cukup lama.

Setelah kelahiran anak, biasanya

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *