Aku Tidak Berbakat Menulis

Aku Tidak Berbakat Menulis

🌷Aku Tidak Bakat Menulis 🌷

Suatu hari saat sedang skroling di beranda facebook saya, ada sapaan dari salah satu sahabat saya.

” Erlyn, sekarang sibuk menulis ya?”

” Iya, baru belajar nih.”

” Harus berlatar belakang bahasa atau sastra gak sih, menulis itu?” tanya sahabat saya.

***

Ternyata banyak yang beranggapan bahwa para penulis itu harus memiliki latar belakang sastra atau bahasa. Saya jawab, belajar menulis boleh dilakukan oleh siapa saja dan dari latar belakang apa saja.

Yang terpenting adalah ia harus mau mulai belajar menulis. Belajar, lalu memahami ilmu dasar menulis, dan langsung eksekusi dengan berlatih menulis itu sendiri.

Ha, langsung menulis? Iya lah, langsung menulis.

” Tapi aku malu, bagaimana kalau tulisanku jelek?”

” Aku gak pede, mau nulis, jadi, hapus, tulis lagi, hapus lagi. Capek deh!”

” Aku bingung mau nulis apa? Kira-kira ini nanti akan jadi bahan tertawaankah?”

Menjawab semua pertanyaan itu, saya katakan saja, buang semua keraguanmu.

“Kok gitu, Lyn? Iya. Memang demikian.”

Menulis itu harus melempar jauh prasangka yang akan menjatuhkan kita sebelum berperang. Jika kita mampu dan berhasil menaklukkannya, proses belajar akan kondusif. Karena belajar atas dasar keinginan dan proses belajar itu sendiri.

Satu hal lagi, menulis itu butuh keberanian. Berani mengungkapkan perasaan yang terpendam. Berani mengemukakan pendapat dan menyampaikan ide-ide yang ada dikepala. Menulis juga dapat memberi ruang pada kita untuk menemukan ide-ide baru untuk membuat karya yang berbeda dari yang telah ada. Kita dapat berpikir lebih kreatif dengan memiliki banyak planning.

Misalkan saat kita menulis cerita pendek atau novel, imajinasi kita akan bebas berkelana dan berekspresi.

Membuat pikiran kita menjadi sutradara atas cerita dan tokoh yang telah kita ciptakan.

Lantas bagaimana dengan bakat ?

“Aku tidak berbakat, sedangkan dia, nulis apapun tetap enak dibaca.”

Tenang saja, seorang dengan bakat tertentu namun tak pernah mengasahnya, akan tampak biasa saja. Namun jika seseorang berkemampuan biasa, mau berlatih dan terus berlatih konsisten, kemampuannya akan semakin terasah.

Jadi, siapkah untuk memulai belajar?

Siapkah untuk membuang semua pikiran dan prasangka yang penuh dengan ketidak – yakinan pada diri sendiri?

Jika siap, mari kita belajar bersama di sini.

🌹🌹🌹

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *