Bercita-cita menjadi Penulis Apa?

Bercita-cita menjadi Penulis Apa?

Bismillah

Assalamualaikum wr.wb.

Sahabat, kali ini saya hendak berbagi informasi seputar spesialisasi penulis pada umumnya. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Penulis cerita pendek ( cerpenis )

Biasanya penulis membukukan naskahnya dalam  buku kumpulan cerita pendek. Biasanya penulis membukukan karyanya dengan  menulis buku secara individu maupun menulis bersama.

Terkadang penulis juga dapat mengirimkan naskah cerita pendeknya melalui media cetak maupun media online.

2. Penulis novel ( Novelis )

Penulis novel biasanya membukukan naskahnya menjadi sebuah novel. Dapat diterbitkan secara buku cetak maupun melalui e-book.

3. Penulis biografi atau autobiografi

Menulis biografi adalah menuliskan tentang kisah hidup seseorang, sejak lahir hingga saat ini atau akhir hayat. Melakukan wawancara adalah aktivitas yang biasa dilakukan pada saat mengumpulkan informasi dan datavyang berkaitan dengan nara sumber.

4. Penulis konten

Aktivitas penulis konten pada era digital saat ini berkembang begitu pesat. Penulis konten sangat diperlukan bagi dunia industri, perdagangan, sosial  budaya, bahkan bagi segala aktivitas ekonomi digital

5. Penulis bayangan

Penulis bayangan sering juga disebut dengan ghost writer. Ghost writer membantu seseorang maupun institusi, untuk menuliskan atau menyampaikan pesan secara tertulis.

Kehadiran ghost writer sangat membantu seseorang atau institusi yang menginginkan  kisah, pesan, buah pemikiran untuk dapat dituliskan.

Dalam praktiknya, seorang ghost writer memiliki kode etik yang harus dijadikan pegangan, agar kinerja profesionalnya tetap terjaga.

Saat awal-awal belajar menulis, kita masih ingin mencoba berbagai jenis tulisan. Kadang bersemangat menulis naskah untuk buku antologi, menulis puisi atau membuat naskah cerita pendek.

Memang tak ada salahnya untuk mencoba semua, untuk menemukan passion serta kenyamanan dalam menulis. Namun perlu diingat, agar kita segera memilih dan memberikan tingkat prioritas jenis tulisan, agar kita tetap dapat fokus pada tujuan awal kita saat memulai menulis.

Teman-teman sudah mencoba apa saja? Sudahkah memilih prioritas saat menulis naskah? Jika belum, yuk segera buat skala prioritas dari beberapa jenis naskah yang akan kita kerjakan.

 

Salam,

 

Erlina

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *