Baby Blues

Baby Blues

About Baby Blues
Pernah mendengar istilah baby blues? Baby blues adalah keadaan yang mungkin dapat dialami oleh wanita yang baru saja melahirkan, akibat dari perubahan hormon tubuhnya. Pemicu terjadinya baby blues pun meliputi banyak faktor. Biasa terjadi karena terdapat peristiwa atau hal-hal yang dianggap kurang nyaman oleh ibu maupun akibat perubahan hormon tubuh. Baby blues biasanya akan hilang dengan sendirinya, namun ada juga yang berkepanjangan sehingga memerlukan penanganan khusus dari para ahli di bidangnya.
Siapa yang mengalami baby blues ?
Tidak semua wanita pasca melahirkan mengalami baby blues. Hampir 80% wanita yang merasakan baby blues adalah ibu yang baru melahirkan anak pertamanya. Beberapa artis yang juga mengalami baby blues diantaranya adalah Brookes Shields, Sadie Forrest, Kate Winslet dan Elle McPerson. Jika kita pikirkan, para artis saja yang kondisinya dapat dikatakan mapan dan tak kurang apapun khususnya materi, tetap saja dapat mengalami baby blues. Jangan salah, selain ibu, sang ayahpun bisa mengalaminya juga. Baby blues pada ayah biasanya disebut sebagai depresi pasca kelahiran anak. Banyak faktor yang menjadi penyebab ayah mengalami depresi pasca pasangan bersalin. Lantas mengapa baby blues dapat terjadi ?
Apa penyebab baby blues ?
Hampir semua ibu yang mengalami baby blues memiliki alasan mengalami baby blues karena kelelahan, tidak percaya diri, dan takut gagal menjadi seorang ibu. Selain itu, baby blues biasanya dipicu oleh hormon dalam tubuh pasca persalinan. Beberapa ciri khas baby blues diantaranya adalah mengalami kesulitan tidur, perubahan suasana hati, mudah marah, serta menangis tanpa alasan. Biasanya gejala tersebut timbul selama dua minggu dan akan menghilang sendirinya seiring waktu. Namun ada juga yang mengalami hal tersebut secara berkepanjangan. Jika terjadi demikian, maka diperlukan adanya tenaga ahli yang dapat membantu untuk mengatasinya.
Dibawah ini adalah beberapa hal yang patut diperhatikan, agar Baby Blues dapat dihindari :
1. Mempersiapkan diri baik secara lahir maupun batin atas perubahan dan hari-hari baru kala menjadi seorang ibu dan ayah. Hal ini sangat penting, karena kesiapan lahir maupun batin akan mempengaruhi hormon esterogen maupun progesteron yang akan mengatur kondisi emosi.
2. Tanamkan dalam pikiran ibu, bahwa semuanya akan baik-baik saja. Pengalaman baru atas hadirnya anggota keluarga baru akan membawa perubahan pada suasana dan kebiasaan. Teruslah belajar, nikmati dan dapatkan  pengalaman baru dengan bahagia.
3. Mencari tahu informasi dari sumber yang terpercaya perihal informasi tentang masa kehamilan, menyusui serta perawatan ibu dan bayi pasca melahirkan. Semua informasi ini sangat penting. Informasi ini dapat diperoleh melalui sharing dengan teman atau rekan sejawat maupun komunitas online yang membahas tentang kesehatan ibu dan anak.
4. Saling mendukung antara pasangan dan keluarga terdekat agar menciptakan suasana yang kondusif dan menenangkan. Hal ini mencakup berbagi beban pekerjaan dalam mengurus bayi.
5. Memperhatikan pola makan yang sehat serta beristirahat yang cukup. Pola makan teratur dan sehat dapat berpengaruh pada kondisi kesehatan ibu. Demikian juga dengan kualitas ASI yang akan dihasilkan nanti. Kualitas ASI yang baik, akan membuat bayi sehat.
6. Mencuri waktu untuk “Me Time” yang sederhana misalkan memutar musik, memakan makanan kesukaan, menonton film di rumah, atau mandi dengan sabun dan lulur beraroma. Me time dapat ibu lakukan ketika bayi sedang tertidur.
Untuk ayah baru yang mungkin juga mengalami baby blues, beberapa hal dibawah ini
1. Percaya diri akan label “ Just be new Daddy”
2. Saling mendukung pasangan
3.Tetap bersikap mesra dan terbuka pada pasangan
4.Harus rela karena perhatian pasangan terbagi pada dua hal, pada bayi yang baru dilahirkan dan pada pasangan
5. Memahami pandangan, anak memiliki rezekinya masing-masing.
Sebenarnya kondisi baby blues yang dialami ibu maupun ayah dapat ditangani jika masing-masing pihak memahami rutinitas dan kondisi yang baru setelah pasangan melahirkan. Yang tak kalah pentingnya adalah sikap ikhlas yang harus kita berikan pada pasangan. Ikhlas dalam arti saling membantu dan mendukung pasangan, dikala dibutuhkan. Ikhlas jika perhatian utama yang dulu didapatkan dari pasangan, kini harus terbagi ke anak juga.
Hal penting lainnya yang dapat menghindarkan diri dari baby blues yang melanda ibu atau ayah adalah dukungan dari keluarga terdekat.
Selain itu kesadaran dari ibu dan ayah yang memangku predikat baru sebagai ayah dan ibu terkadang menimbulkan rasa kurang percaya diri. Sadarilah, fase kehidupan harus kita jalani. Mulai kehidupan masa kanak-kanak, remaja, dewasa, hingga berkeluarga. Melalui berbagai tahapan kehidupan tersebut, kita mendapatkan aneka peran yang harus kita jalani, kita sikapi dan kita nikmati agar kala menjalaninya, kita dapat menyikapinya dengan bijaksana.
Berkeluarga adalah proses belajar sepanjang masa. Dalam tahapan apapun jika kita bahagia dan menjalaninya dengan ikhlas, niscaya ketenangan akan mengikuti.
Dengan lahirnya penerus kita, akan membawa kehidupan baru bagi kita. Jalani semua dengan bahagia agar baby blues tak menghampiri ibu maupun ayah. Hadirnya anggota keluarga baru selayaknya disambut penuh suka-cita. Semoga anak-anak yang terlahir, kelak menjadi anak yang salih dan saliha. Aamiin.

🌹🌹🌹

Tulisan ini diikutsertakan dalam blog challange Indscript Writing ‘Perempuan Menulis Bahagia’

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *