Mama Bahagia dan Anak Cerdas

Mama Bahagia dan Anak Cerdas

Mama Bahagia, anak cerdas

Menilik judul di atas, apakah ada korelasinya? Tentu saja ada sahabat. Mama bahagia dan anak cerdas adalah saling berkaitan.

Misalnya seorang mama yang kurang bahagia, entah terkendala masalah kehidupan, perekonomian, gaya hidup, dan lain-lain, akan berpengaruh pada kondisi psikis anak.

Contoh nyatanya begini. Saat mama menghadapi masalah dengan emosi alias kurang bijaksana, anak akan mengamati perilaku kita. Iya, benar, anak mengamati kita dari satu pemikiran : mama marah, marah dan marah.

Jangan katakan sahabat tidak mengetahui bahwa seorang anak adalah copy dari perilaku kita, yang dicontohnya.

Saat mama kurang bijaksana dalam menghadapi masalah, biasanya mama :

1. Marah-marah karena kecewa.

2. Mengumpat dengan kata-kata kasar maupun tidak sopan.

3. Menghakimi orang lain dan menganggap diri paling benar.

Dari contoh tiga hal di atas maka seorang anak akan :

1. Bersikap tidak sabar dan semakin egois dalam bersikap.

2. Ia akan merekam kata-kata yang telah didengarnya dan suatu waktu akan turut diucapkannya juga

3. Membuat ia skeptis dan tidak mempercayai lingkungan terdengar.

Jadi, apa yang harus dilakukan agar diri tetap dapat tersenyum atau lebihbtepatnya bersyukur agar dapat “baik-baik saja” kala mengalami masalah?

1. Mama harus semakin banyak bersyukur.
Jika kita lihat di luar sana, masih banyak orang yang lebih menderita karena permasalahannya sendiri

2. Bertemanlah dengan orang yang bermental positif dan jauh dari kompor. Maksudnya adalah berteman dengan orang yang dapat diajak berdiskusi serta dapat memberikan solusi.

3. Carilah kegiatan yang menyenangkan dan bermanfaat.
Misalnya olahraga jogging atau berjalan kaki. Ajaklah anggota keluarga untuk berolahraga bersama, agar makin semangat. Dengan olahraga, hormon menyenangkan secara otomatis akan keluar.

4. Jangan kendur untuk ibadah. Perbaikilah ibadah kita. Dengan memperbaiki ibadah, insyaallah akan mendapatkan ketenangan jiwa. Saat mengalami masalahpun, kita akan lebih tenang dan lebih bijaksana.

5. Perbaikilah hubungan dengan sesama. Jagalah dan pererat silaturahmi agar kita merasa memiliki keluarga. Kita tidak hidup sendiri, kita dapat berdiskusi dengan sahabat, teman ataupun kerabat.

Setelah mama menata jiwa agar dapat lebih bijak menanggapi berbagai peristiwa hidup, anak akan melihat kita sebagai sosok yang menenangkannya.

Anak akan merasa nyaman untuk bercerita dan berdiskusi dengan kita. Setelah merasa tenang dan nyaman, anak kita akan tampil penuh percaya diri dalam lingkungan keluarga maupun lingkungan pertemanannya. Ia akan menjadi anak yang berpribadi kuat dan berpendirian. Setelah berkepribadian baik, seorang anak akan memiliki kecerdasan emosi yang baik pula.

Mematahkan pendapat bahwa anak yang cerdas adalah anak yang memiliki kecerdasan prestasi. Jadi yang membuat pribadi sukses dalam hidupnya menurut Prof.Agus Busiyono adalah seseorang yang memiliki karakter, diantaranya sebagai berikut :

1. Kejujuran (Being honest with all people)
2. Disiplin keras (Being well-disciplined)
3. Mudah bergaul (Getting along with people)
4. Dukungan pendamping (Having a supportive spouse)
5. Kerja keras (Working harder than most people)
6. Kecintaan pada yang dikerjakan (Loving my career/business)
7. Kepemimpinan (Having strong leadership qualities)
8. Kepribadian kompetitif (Having a very competitive spirit/personality)
9. Hidup teratur (Being very well-organized)
10. Kemampuan menjual ide (Having an ability to sell my idea)

Jadi sebagai orang tua, mari kita belajar terus agar menjadi pencetak karakter anak salih dan saliha yang berkarakter kuat setelah kita berusaha memperbaiki kualitas diri sendiri.

Mama yang baik dan bahagia, dapat mencetak anak yang cerdas sekaligus baik dalam iman dan takwanya. Aamiin.

🌺🌺🌺🌺

Tulisan ini diikutsertakan dalam Blog Challange Indscript Writing ‘Mama menulis bahagia’

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *