Ibu dan Keluarga

Ibu dan Keluarga

Ibu dan Keluarga

Seseorang pernah datang dan bertanya kepada Rasulullah saw, “ siapa yang lebih diutamakan (untuk menerima) perbuatan baikku ?” Nabi menjawab “Ibumu” “setelah itu siapa lagi?” “Ibumu” “setelah itu siapa lagi?” “ibumu” “setelah itu siapa lagi, Bapakmu.” (HR mutafaq ‘alaih).

Dari hadist diatas dapat kita ketahui, betapa mulianya kedudukan seorang ibu. Hingga rasul menyebut tiga kali kata “ibu”.

Peran ibu yang begitu luar biasa. Dimulai kala beliau mengandung, menyusui, melahirkan hingga membesarkan kita hingga sekarang. Berapa banyak peluh yang tercucur untuk kita, berapa banyak waktu yang telah tercurah untuk kita. Mulai bangun tidur hingga hendak tidur kembali, tak lepas tangannya untuk terus melayani kita. Peran ibu yang begitu agung dan mulia tak dapat tergantikan oleh siapapun juga, walau oleh seorang lelaki hebat sekalipun.

Semoga Allah mencurahkan kasih sayangnya yang berlimpah untuk para ibu kita semua. Aamiin.

Peran seorang ibu merupakan tonggak dasar bagi kehidupan keluarga. Dapat kita bayangkan dari hal terdekat saja seperti bagaimana kondisi tempat yang kita tinggali tanpa adanya sentuhan tangan seorang ibu. Atau suasana rumah yang hampa tanpa sapaan halua dan penuh cinta dari bibir ibu, akan terasa begitu dingin. Ibu adalah segalanya bagi kita.

Alhamdulillah, agama kita Islam, menempatkan perempuan pada dua peran penting dan strategis. Pertama sebagai ibu bagi generasi mendatang. Hal kedua adalah sebagai pengelola rumah tangga suaminya.

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wassallam bersabda “ Seorang wanita adalah pengurus rumah tangga suaminya dan anak-anaknya, dan ia akan dimintai pertanggungjawaban atas kepengurusannya” (HR. Muslim).

Begitu indahnya tanggung-jawab serta peran ibu. Kelak jika para wanita dimintai pertanggung-jawaban dan ia melaksakannya dengan sempurna, surga-Nya insyaAllah akan mudah diraihnya.

Lantas bagaimanakah cara para ibu agar dapat melaksanakan semua tanggung-jawab serta perannya dengan sempurna? Peran yang begitu berpengaruh pada peradaban dalam lingkup terkecil kehidupannya, yaitu keluarga?

Beberapa hal dibawah dapat kita jadikan pedoman awal untuk mencapai surga-Nya :

1. Menjadi muslimah yang bertakwa

Sebagai muslimah, seorang ibu harus dapat memberi contoh yang baik bagi anak-anaknya. Memberi contoh agar patuh pada perintah agama serta menjauhi segala larangan Allah. Berikanlah pembelajaran agama yang baik kepada anak-anaknya agar memjadi anak yang salih dan saliha. Dukunglah pendidikan anak-anak agar memiliki karakter yang kuat.

2. Memiliki visi jauh ke depan
Sebagai manager rumah tangga yang berkolaborasi dengan pemimpin keluarga, dukunglah nahkoda dalam.menjalankan biduk yang berlayar. Bersiaplah untuk terus berpegangan tangan agar haluannya tetap berada pada satu titik, yaitu kehidupan menuju ridho illahi.

3. Menguasai ilmu mendidik anak dan rumah tangga

Sebagai manager rumah tangga, ibu memiliki aneka kemampuan yang sudah melekat semenjak statusnya menjadi seorang istri, dan semakit meningkat ketika ia sudah menjadi seorang ibu. Pandai-pandailah mengatur waktu, agar semua urusan dapat terselesaikan dan berjalan. Untuk mendidik anak zaman sekarang, tentu tak semudah mendidik anak generasi terdahulu, karena zaman sudah berbeda. Belajarlah terus untuk menjadi orang tua yang benar dalam mendidik serta membimbing putra-putri kita.

4. Ibu yang peduli sesama muslim
Setelah bersibuk dengan urusan domestik maupun pekerjaan rutin, jangan abaikan untuk terus menuntut ilmu, ilmu dunia maupun ilmu agama. Dampingi suami dan anak-anak agar dapat menjadi insan beragama dan beradab. Peduli pada diri sendiri, lingkungan terdekatnya serta lingkungan sekitar.

Demikian pentingnya peran ibu bagi peradaban yang dimulai dari lingkungan terdekatnya, yaitu keluarganya.

****

Tulisan ini diikutsertakan dalam blogging challange Indscript Writing ‘ Wanita Menulis Bahagia”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *