Menulis Naskah Buku dan Menerbitkannya

Menulis Naskah Buku dan Menerbitkannya


Menulis dan Menerbitkan (naskah) Buku

Selamat pagi sahabatku. Bagaimana kabarnya di minggu kedua bulan Januari ini? Semoga selalu sehat dan bersemangat untuk belajar.

Bagaimana semangat menulisnya? Hari ini sudah menulis apa? Menulis status WA maupun facebook pun tak apa. Pokoknya setiap hari, usahakan untuk selalu menulis.

Satu hal yang penting adalah sempatkanlah waktu untuk menulis. Jangan menulis kalau sempat, itu terbalik Marimar. Caranya? Cari waktu yang tepat dan paling kondusif. Misalnya kalau saya, menulis setelah solat subuh. Setengah jam cukup, dilanjut kembali nanti.

Pada materi editing kali ini kita akan membahas tentang proses penulisan naskah dan bocoran tentang naskah yang layak terbit dari editor penerbit mayor Gra*****.

Seperti yang telah kita ketahui, proses menulis baik fiksi maupun non fiksi melalui beberapa tahapan berikut :

1. Mencari Ide tulisan (Brainstorming + mencatat ide.)
2. Menulis naskah (Membuat outline naskah serta riset, lalu menulis.)
3. Revisi naskah
4. Editing naskah
5. Menerbitkan naskah

Agar tidak mengalami buntu ide, catatlah semua ide yang muncul agar suatu waktu kita dapat mengolah ide yang ada. Biasanya ide bermunculan begitu saja ketika kita sedang melakukan hal lain. Oleh karenanya, jika terlintas ide catat ide segera dalam buku (catatan) bank ide.

Saat menulis naskah, dalam menulis fiksi maupun non fiksi, siapkan dahulu outline sederhananya. Apa yang mau ditulis di halaman sekian hingga sekian, atau rencana tulisan dalam setiap babnya. Tuliskan saja dahulu semua.

Setelah membuat outline, lanjutkan dengan proses menulis naskah.
Dalam tahap menulis kali ini tak apa jika saat menulis kita mengabaikan kaidah penulisan. Setelah memasuki tahap revisi dan editing, nanti mulai kita rapikan teknik penulisannya.

Hal penting lainnya, jangan pernah menulis sambil mengedit, karena bisa dipastikan waktu akan lebih lama dalam menyelesaikan sebuah tulisan. Setelah selesai menulis, tutup file, endapkan tulisan kita. Esok atau beberapa hari kemudian, buka dan baca kembali naskah kita. Rasakan mendalam, adakah yang janggal atau kurang nyaman saat dibaca.

Perhatikan penggunaan kalimat dan antar paragrafnya. Adakah yang terlewat untuk dibahas? Apakah kalimat terlalu panjang? Apakah kalimat bisa dipahami pembaca? Apakah setiap paragrafnya saling berhubungan? Bagaimana hubungan dan benang merah antar babnya.

Saat membaca naskah kita, tempatkan diri kita sebagai pembaca. Inilah saatnya kita melakukan revisi dan editing naskah.

Bersambung.

Tangerang Selatan, 11 Januari 2021

#LetsWriting
#ErlinaNitasari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *