Browsed by
Kategori: Catatan

Tragedi Kipas Angin

Tragedi Kipas Angin

*Selingan Siang* True Story Siang ini saya lunch bareng beberapa sahabat saya, ada cerita horor nih, mau lanjut baca? Judulnya syerem friends, Tragedi kipas angin. ***** Papa : ” Mam, tadi ke Aceware jadi beli apa?” Mama : ” Ya, jadi beli kipas angin, itu.” ( teman saya menunjuk kantong plastik besar berisi kardus.) Papa : ” Ini hanya kardus dan tiang kipasnya saja. Kipas anginnya mana?” ( Suara krusek-krusek, papa membongkar kardusnya.) Mama : ” Masak iya pap, lah…

Read More Read More

Cerpen Media

Cerpen Media

Cerpen Media. Selamat pagi menjelang siang sahabat. Semangat Senin ya. Ada yang bilang : Monday ia money day. 😅😅 Kali ini saya hendak berbagi informasi bertajuk cerpen media. Apakah cerpen media itu? Cerpen media adalah cerita pendek yang dapat kita jumpai pada media online maupun pada media cetak. Cerpen media biasanya hanya kita jumpai pada hari tertentu saja. Misalkan untuk koran Kompas, cerpen media ditampilkan pada koran edisi hari minggu. Saya pernah mengikuti pdlatihan kelas cerpen media, yang berlangsung selama…

Read More Read More

Menulis di Facebook dan di Blog

Menulis di Facebook dan di Blog

*Menulis di Facebook dan di Blog Yuk.* Menulis dan dibaca orang? Aduh, malu.( Dahulu saya juga begitu. Mengaku.☺) Tapi ya resiko dan komitmen harus dijalani. Mau tidak mau, suka tidak suka, harus terus melangkah. Mau belajar menulis, eksekusinya ya menulis itu sendiri. Masak iya menulis dalam khayalan. Tidak ada lah seperti itu.🤣 Kalau masih malu-malu, coba menulis di catatan yang ada di aplikasi facebook. Menulis statuspun sudah bisa masuk dalam kategori menulis. Walau menulis status galau, seperti : ” Tanggal…

Read More Read More

Bahagia di rumah kenangan

Bahagia di rumah kenangan

Bahagia di rumah kenangan Seperti biasa diakhir pekan, bersamaan dengan liburnya anak-anak sekolah, kusempatkan untuk mengunjungi mama di rumah tempat kuhabiskan masa kecil hingga remajaku. Rumah tempat aku dibesarkan bersama mama, bapak dan dua asik laki-lakiku. Rumah itu dahulu hanya bertipe 42. Seiring dengan waktu, bapak yang kebetulan berlatar belakang teknik, perlahan membangun rumahnya menjadi lebih besar. Betapa waktu cepat berlalu, secepat Allah memanggil Bapak keharibaan-Nya. Diawal tahun 2017, rumah kami berselimut duka.Mama tinggal dirumah kami ditemani oleh adikku yang…

Read More Read More